Senin, 26 September 2016

ANCAMAN BAGI MUSLIMIN YANG TIDAK BERJAMA'AH TATKALA JAMA'AH MUSLIMIN SUDAH TEGAK


Oleh: Abu Riezqa Wa Alya

Orang yang tidak berjama'ah sewaktu Jama'ah Muslimin Dan Imamnya sudah ada dan tegak, maka bagi muslimin yang mengingkarinya ia terkena ancaman Rosulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sebagaimana dijelaskan di dalam beberapa hadits nya. Hal ini di karenakan ber- iltizam kepada Jama'ah Muslimin pada waktu ini adalah wajib.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
ﻣَﻦْ ﺧَﺮَﺝَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻄَّﺎﻋَﺔِ ﻭَ ﻓَﺎﺭَﻕَ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔَ ﻓَﻤَﺎﺕَ ﻣَﺎﺕَ ﻣِﻴْﺘَﺔً ﺟَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔً } ﻣﺴﻠﻢ ﻋﻦ ﺍﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ }
Barangsiapa yang keluar dari ketaatan dan memecah belah meninggalkan Jama'ah Muslimin kemudian ia mati, maka matinya seperti dalam keadaan Jahiliyyah ". (Hr Muslim)

Menetap di dalam Jama'ah Muslimin adalah kewajiban seluruh ummat Islam karena Jama'ah Muslimin itu adalah haq sebagai realisasi dari sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari sahabat Hudzaifah bin Yaman , inilah bunyi hadis dan i'rabnya:
" ﺗﻠﺰﻡ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭ ﺇﻣﺎﻣﻬﻢ ".
I'rab kalimah-kalimah hadits ini menurut Ilmu Nahwu : ﺗﻠﺰﻡ kalimah fi'il mudhari' darafa'kan litarrudihi anin nashibi wal jazimi , fa'ilnya dhamir mustatir wujuban taqdirnya "anta" , ﺟﻤﺎﻋﺔ jadi maf'ul bih dinasabkan alamat nasabnya fathah zohirah , ﺟﻤﺎﻋﺔ mudhaf ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ mudhaf ilaih dijarkan alamat jarnya kasrah zahirah , sejumlah dari fi'il , fa'il dan maf'ulnya la mahalla laha minal i'rab jawab istifham , ﻭ harf 'ataf ﺇﻣﺎﻡ ma'tuf dan ma'tuf kepada yang dinasab itu dinasabkan juga alamat nasabnya fathah zahirah, ﺇﻣﺎﻡ mudhaf ﻫﻢ kalimah dhamir jama' mabni sukun mahal jar jadi mudhaf ilaih.

Kata Jama'ah Muslimin Wa Imamahum itu 'ataf dan ma'tuf 'alaih dan harf atafnya wau , sedangkan wau menurut Ilmu Ma'ani itu dilalah 'ala muthlaqil jam'i yang artinya berkumpul secara mutlaq , jadi yang dimaksud dengan Jama'ah Muslimin itu kesatuan muslimin yang ada Imamnya ,bukan nya kaum muslimin yang ada di organisasi setiap negara sekalipun jumlahnya banyak karena organisasi itu merupakan pola barat,yang namanya dibuat sendiri dan punya AD dan ART dan ber wala kepada selain Allah subhanahu wata'ala.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
ﺑﺪﺃ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻏﺮﻳﺒﺎ ﻭ ﺳﻴﻌﻮﺩ ﻏﺮﻳﺒﺎ ﻛﻤﺎ ﺑﺪﺃ ﻓﻄﻮﺑﻰ ﻟﻠﻐﺮﺑﺎﺀ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ) .
Islam itu pertamanya asing dan akan kembali menjadi asing lagi seperti semula , maka berbahagialah bagi orang-orang yang dianggap asing . (H.R.Muslim)

Hadits ini melukiskan keadaan muslimin dari masa ke masa. Pertama kali kehadiran muslimin ketika masih sedikit di Mekah dianggap asing dan aneh oleh masyarakat sekelilingnya sehingga muslimin diejek diledek dicaci maki disiksa dianiaya yang mengharuskan muslimin hijrah kenegri lain Kemudian muslimin menjadi jaya setelah hijrah sehingga berkuasa menaklukkan negara super power pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyin.

Disini Islam masih asli dan murni,kemudian dilanjutkan dengan daulah-daulah (mulkan adlan dan mulkan jabbariyyah dan disini lah bermula Islam mulai tercampuri oleh agama dan budaya yang datang dari luar Islam,apalagi setelah tumbangnya kesultanan Utsmaniah muslimin semakin bercerai berai dan ber bangsa-bangsa bernegara-negara tidak ada lagi kesatuan muslimin,dimana masing-masing merasa bangga dengan pemerintahnya dan dengan pendapatnya serta merasa benar sendiri.

Kemudian pada saat keadaan muslimin seperti ini ada orang-orang yang berupaya kembali kepada keaslian dan kemurnian Islam yang tentu saja dianggap asing dan aneh dikatakan kuno , ortodok , kembali ke zaman unta dll. 

Rasyid Ridho mengatakan bahwa sebagaimana pada saat setelah asing pertama itu kemudian Islam menjadi jaya demikian pula muslimin saat setelah asing yg kedua akan mendapatkan kejayaan kembali (Insya Allah) karena telah banyak bisyaroh dalam berbagai hadits bahwa akan munculnya Imam Mahdi dan Isa bin Maryam akan turun di akhir zaman Kewajiban seluruh muslimin mentha'ati perintah Allah dan Rasul Nya bukan mencari-cari jalan selain nya.

Hidup terpimpin didalam satu shaf yang saling menguatkan laksana bangunan yang kokoh hanya dapat terwujud ketika Jama'ah muslimin dan Imamnya telah tegak, mengingkarinya adalah dosa.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
ﻓَﺎِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﻯ ﻣِﻦْ ﺍَﻣِﻴْﺮِﻩِ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻳَﻜْﺮَﻫُﻪُ ﻓَﻠْﻴَﺼْﺒِﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ , ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﺍَﺣَﺪٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴُّﻠْﻄَﺎﻥِ ﺷِﺒْﺮًﺍ ﻓَﻤَﺎﺕَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍِﻻَّ ﻣَﺎﺕَ ﻣِﻴْﺘَﺔً ﺟَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔً } ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭ ﻣﺴﻠﻢ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ }
Barangsiapa yang mendapatkan pada diri amirnya sesuatu yang ia tidak senangi maka hendaknya ia bersabar terhadapnya, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang keluar dari sulthon (pemimpinya) sejengkal saja kemudian ia mati dalam keadaaan demikian, maka ia tidak mati kecuali matinya seperti dalam keadaan Jahiliyyah ".(Bukhori Muslim dari Ibnu Abbas)

Pada riwayat yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
ﻣَﻦْ ﺍَﺗَﺎﻛُﻢْ ﻭَ ﺍَﻣْﺮُﻛُﻢْ ﺟَﻤِﻴْﻊٌ ﻋَﻠَﻯﺮَﺟُﻞٍ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻳُﺮِﻳْﺪُ ﺍَﻥ ﻳَﺸُﻖَّ ﻋَﺼَﺎﻛُﻢْ ﺍَﻭْ ﻳُﻔَﺮِّﻕَ ﺟَﻤَﺎﻋَﺘَﻜُﻢْ ﻓَﺎﻗْﺘُﻠُﻮْﻩُ
Barangsiapa yang mendatangi kalian dan ia hendak memecah belah persatuan atau ia hendak mencerai-beraikan jama'ah kalian sedang urusan kalian semua berada (kamu serahkan) pada seorang (imam), maka bunuhlah ia ". (HR Muslim)

Maksud dari "Mata Mitatan Jaahiliyyah" adalah perumpamaan ahlul jahiliyyah bahwa mereka tidak memiliki Imam, maka matinya laksana bangkai jahiliyyah.

Imam An-Nawawiy berkata,
"Maksud dari ﻣﺎﺕَ ﻣِﻴْﺘَﺔً ﺟَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔً
barangsiapa yang keluar dari Jama'ah Muslimin, maka ia mati seperti dalam keadaan jahiliyyah, mim pada mitatan adalah kasroh yang artinya sifat matinya berada dalam keadaan kosong tidak memiliki seorang Imam.
Ibnu Hajar berkata, "Maksud dari kata miitatan Jahiliyyatan adalah kasroh-nya mim, yaitu keadaan matinya seperti ahlul jahiliyyah di atas kesesatan dan tidak mempunyai Imam yang ditaati Dan bukanlah yang dimaksud dengannya adalah mati kafir akan tetapi mati dalam kemaksiatan.

Hal ini dikuatkan lagi dengan hadits lain bahwa maknanya adalah perumpamaan (At Tasybih) :
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
ﻣَﻦْ ﻓَﺮَﻕَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ﺷِﺒْﺮًﺍ ﻓَﻜَﺎَﻧَّﻤَﺎ ﺧَﻠَﻊَ ﺭِﺑْﻘَﺔَ ﺍﻹﺳْﻼَﻡِ ﻣِﻦْ ﻋُﻨُﻘِﻪِ
Barangsiapa yang keluar dari jama'ah sejengkal saja, maka seakan ia telah melepas ikatan Islam dari lehernya. (At-Tirmidziy, Al Bazzar, Ath-Thobroni dan Ibnu Khuzaimah).

Umat Islam se dunia juga memiliki seorang pemimpin besar yang nama, ajaran dan perilakunya dikenang dan dicontoh yakni Rasulullah Muhammad. Meskipun beliau telah wafat 14 abad silam nama dan pengaruhnya tetap abadi hingga kini bahkan hingga akhir zaman karena kepemimpinan dan keteladanan semasa hidupnya.

Rasululah sebelum menjadi pemimpin telah mengawali memimpin dirinya sendiri antara lain memimpin penglihatannya, pendengarannya dari hal-hal yang dapat membusukkan hatinya  Rasulullah memimpin tutur katanya sehingga tidak pernah berbicara kecuali kata-kata yang benar, indah, dan padat bermakna. Rasulullah pun memimpin nafsunya, keinginannya, dan memimpin keluarganya sehingga mampu memimpin dunia.

Setiap ucapan Rasulullah sesuai dengan perbuatannya sehingga diyakini kebenarannya  “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” ( QS Al Ahzab : 21).

Rasulullah memimpin umatnya tidak hanya dengan akal dan fisiknya melainkan dengan hatinya  Rasulullah selalu menebar kasih sayang kepada sesama tidak membedakan kaya miskin meski berbeda agama, perilakunya santun rahmatan lil ‘alamin dan menyejukkan.

Rasulullah pernah bersabda, sebaik-baik pemimpin adalah yang dicintai dan mencintai orang lain. Pemimpin yang mendoakan dan didoakan kebaikan orang lain. Pemimpin yang bisa membawa kemaslahatan umatnya, berkorban untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain.

Al-Qur'an sangat melarang perilaku dan ucapan yang dapat menyinggung sensitifitas orang lain Rasulullah menyeru pengikutnya mampu mengendalikan dirinya untuk suka memaafkan, sabar dan menjauhi kedengkian.

Betapa indahnya seseorang bila karakter dan akhlak terpujinya menjadi selimut hidupnya, sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur’an tentang Rasulullah: ”Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. ”(QS Al-Qalam: 4). Allah berfirman: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali ‘Imran: 159).

Wallahu a'lam bishawab.

Conakry Guinnea Atlantic Sea Sept 26 2016.
Bersama Muslimin Abidjan,guinne,
Madinah Spain dan Lisbon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar