Rabu, 21 September 2016

BENARKAH KHILAFAH ITU MENGANCAM KEDAULATAN NKRI ?


Banyak sekali isu terkait penolakan terhadap Khilafah terutama Khilafah yang diusung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena Ideologi HTI dianggap mengancam kedaulatan NKRI sehingga sangat wajar jika Banser dan GP Anshor yang pro terhadap NKRI menolak Ideologi Hizbut Tahrir HT tentang "Negara Khilafah" yang dianggap dapat memecah belah kerukunan ummat beragama karena kata "Negara" inilah yang menyebabkan ditolaknya Ideologi Hizbut Tahrir (HT) di Negara manapun karena akan bertentangan dengan Negara dimana ia Hizbut Tahrir berada.

Jika "Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah" (khilafah yang menempuh jejak kenabian) dianggap sebagai ancaman yang berbahaya bagi kedaulatan NKRI, lalu bagaimana dengan system Demokrasi yang berasal dari barat kemudian dijejalkan secara paksa dinegara Muslim apakah itu bukan ancaman bagi ummat Islam ? karena sesungguhnya andad/tandingan Khilafah adalah Demokrasi, Khilafah itu syari'at Islam sementara Demokrasi itu dari luar Islam, bagaimana mungkin seorang Muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari akhir menolak syari'at yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya sementara menerima dengan iklas yang bukan syari'at yaitu Demokrasi ?

Kembali kepada penolakan terhadap Khilafah yang diusung Hizbut Tahrir yakinlah sampai kapanpun Khilafah ala Hizbut Tahrir tidak akan kunjung tegak ! sekalipun diseluruh Negara sudah ada perwakilan Hizbut Tahrir karena Khilafah itu bukan Negara, seperti halnya istilah Khilafah Islamiyah adalah Istilah Islam, Istilah Daulah Islamiyah atau kata “Daulah” tidak ada dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, Istilah Daulah adalah istilah yang diambil dari Khazanah di luar Islam begitu juga dengan istilah "Negara" itu awalnya digunakan oleh para filosof Yunani Kuno, seperti Plato dan Aristoteles.Umat Islam baru berinteraksi dengan filsafat Yunani ketika mereka menaklukkan Mesir dan Syam pada masa Khalifah Umar bin Al-Khatthab.

Saat itu, istilah Daulah juga belum digunakan baru setelah buku-buku filsafat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul "as-siyasah al-sultoniyah" pada masa Khilafah Abbasiyah, mulailah istilah Daulah dikenal oleh kaum Muslimin, Istilah itu dipakai sebagai terjemahan kata state, yang digunakan oleh Plato maupun Aristoteles dalam buku mereka, sehingga kata state itupun digunakan oleh Islamic State Of Iraq & Syam (ISIS)

Oleh karena itu sunnah siapakah yang diusung Hizbut Tahrir HT ?
1. Sunnah Plato dan Aristoteles apa
2. Sunnah Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyin ?
Karena sudah jelas dimasa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyin tidak dikenal istilah "Negara" adapun nama syari'at yang ada dimasa Rasulullah dan shahabat adalah JAMA'AH MUSLIMIN dan KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH dua nama tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya sebagaimana Hadits berikut ini.

Khudzaifah bin Yaman Radliallahu ‘anhu berkata:
ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻮﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺸَّﺮِّ
ﻣَﺨَﺎﻓَﺔَ ﺃَﻥْ ﻳُﺪْﺭِﻛَﻨِﻲ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ
ﻓِﻲ ﺟَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔٍ ﻭَﺷَﺮٍّ ﻓَﺠَﺎﺀَﻧَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻓَﻬَﻞْ
ﺑَﻌْﺪَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮٍّ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﻗُﻠْﺖُ ﻭَﻫَﻞْ ﺑَﻌْﺪَ
ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮٍ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺩَﺧَﻦٌ ﻗُﻠْﺖُ
ﻭَﻣَﺎ ﺩَﺧَﻨُﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﻮْﻡٌ ﻳَﻬْﺪُﻭﻥَ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻫَﺪْﻳِﻲ ﺗَﻌْﺮِﻑُ
ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺗُﻨْﻜِﺮُ ﻗُﻠْﺖُ ﻓَﻬَﻞْ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮٍّ
ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﺩُﻋَﺎﺓٌ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﻣَﻦْ ﺃَﺟَﺎﺑَﻬُﻢْ
ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻗَﺬَﻓُﻮْﻩُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻِﻔْﻬُﻢْ ﻟَﻨَﺎ
ﻗَﺎﻝَ ﻫُﻢْ ﻣِﻦْ ﺟِﻠْﺪَﺗِﻨَﺎ ﻭَﻳَﺘَﻜَﻠَّﻤُﻮﻥَ ﺑِﺄَﻟْﺴِﻨَﺘِﻨَﺎ ﻗُﻠْﺖُ
ﻓَﻤَﺎ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻧِﻲ ﺇِﻥْ ﺃَﺩْﺭَﻛَﻨِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻠْﺰَﻡُ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﻭَﺇِﻣَﺎﻣَﻬُﻢْ ﻗُﻠْﺖُ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟَﻬُﻢْ
ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻭَﻻَ ﺇِﻣَﺎﻡٌ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺎﻋْﺘَﺰِﻝْ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﻔِﺮَﻕَ ﻛُﻠَّﻬَﺎ
ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻥْ ﺗَﻌَﺾَّ ﺑِﺄَﺻْﻞِ ﺷَﺠَﺮَﺓٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺪْﺭِﻛَﻚَ
ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ .
“Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan dan adalah saya bertanya kepada Rasulullah tentang kejahatan, khawatir kejahatan itu menimpa diriku, maka saya bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di dalam Jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami dengan kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan? Rasulullah menjawab: “Benar!” Saya bertanya: Apakah sesudah kejahatan itu datang kebaikan? Rasulullah menjawab: “Benar, tetapi di dalamnya ada kekeruhan (dakhon).” Saya bertanya: “Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku. (dalam riwayat Muslim) “Kaum yang berperilaku bukan dari Sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?” Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya ke dalam Jahannam itu.” Aku bertanya: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasululah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah (bahasa) kita.” Aku bertanya: “Apakah yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?” Rasulullah bersabda: “Tetaplah engkau pada JAMA'AH MUSLIMIN dan Imaam mereka ! ” Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama’ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi firqoh-firqoh itu semuanya, walaupun engkau sampai menggigit akar kayu hingga kematian menjumpaimu, engkau tetap demikian.” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Fitan: IX/65, Muslim, Shahih Muslim: II/134-135 dan Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah:II/475. Lafadz Al-Bukhari).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ
ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺧِﻠَﺎﻓَﺔٌ
ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ
ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ
ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻣُﻠْﻜًﺎ ﻋَﺎﺿًّﺎ ﻓَﻴَﻜُﻮﻥُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ
ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻣُﻠْﻜًﺎ
ﺟَﺒْﺮِﻳَّﺔً ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ
ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺧِﻠَﺎﻓَﺔً ﻋَﻠَﻰ
ﻣِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﺛُﻢَّ ﺳَﻜَﺖَ
”Adalah masa Kenabian itu ada di tengah tengah kamu sekalian, adanya atas kehendaki Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak kenabian (KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya (menghentikannya) apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adlon), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWWAH).”Kemudian beliau (Nabi) diam.” (HR.Ahmad dari Nu’man bin Basyir, Musnad Ahmad:IV/273, Al-Baihaqi, Misykatul Mashobih hal 461. Lafadz Ahmad).

Oleh karenanya sudah saatnya Hizbut Tahrir HT meninggalkan Ideologi bahwa KHILAFAH itu adalah NEGARA, tidak ada Rasulullah maupun para Shahabat mendirikan atau membangun sebuah "NEGARA" super power yang kemudian dikenal dengan istilah "NEGARA ISLAM" atau "NEGARA KHILAFAH" atau "NEGARA ISLAM MADINAH" adapun yang Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam perintahkan kepada ummatnya adalah dengan iltizam didalam JAMA'AH MUSLIMIN atau KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWWAH bukan didalam "NEGARA"

Wallahu 'alam bisshowab

1 komentar: